PT BENTENG API TECHNIC adalah Pabrik/Supplier/Distributor Semen Cor Tahan Api (Castable Refractories)-Semen Tahan Api (Fire Mortar)-Industri Batu Bata Tahan Api,Supplier Castable SC-12,Castable SC-13,Castable SC-14,Castable SC-15,Castable SC-16,Castable SC-17,Castable SC-18,Low Cement Castable LCC-160,Low Cement Castable LCC-170,Plicast Super Hymor 1600,Plicast Super Hymor 1700,Plicast 31,Harga Bata Api ,Bata Tahan api SK 30,Bata Tahan api SK 32,Bata Api SK 34,Bata Api SK 36,Bata Api SK 38,Distributor Batu Bata Tahan Api,Distributor Semen Castable,Toko Semen Cor Castable/Super Hymor/Plicast/Plibrico,Daftar Harga Semen Castable,Daftar Harga Batu Bata Tahan Api,Cara Pembuatan Batu Bata Tahan Api,Bahan Dasar Batu Bata Tahan Api,Bahan Dasar Castable,Pengolahan Bata Api,Komposisi Batu Bata Tahan Api,Komposisi Semen Cor Castable,Bata Api Untuk Pabrik Gula,Bata Api Untuk Boiler,Bata Api SK 30,Bata Api SK 32,Bata Api SK 34,Bata Api SK 36,Bata Api SK 38,Castable C 12,Castable C 13,Castable C 14,Castable C 16,Castable C 17,Castable C 18,Jual Beli Batu Bata Api

PT.BENTENG API TECHNIC,Specialist Refractory ,Insulation ,Mechanical & Electrical

Product Scroller
Others
ANWAR D. Hp. 082 3351 760 90 Email : anwar@bentengapi.com

Prosedur/ Cara Pemasangan Semen Castable dan Pemasangan Bata Tahan Api Dengan Semen Tahan Api

#2 of 2 | prev product Prev - Next next product

product arrow PROCEDURE PEMASANGAN BATA TAHAN API DAN SEMEN TAHAN API

 
 
1.      PENYUSUNAN  STRUKTUR ORGANISASI & PEREKRUTAN MAN   POWER
 
       1.a. Penyusunan Struktur Organisasi.
        Hasil yang   optimal dari suatu pekerjaan proyek, sangat ditentukan oleh efektivitas dan   optimalisasi Team Work
yang tersusun dalam suatu Organisai Proyek tersebut.   Untuk itu sebelum melaksanakan pekerjaaan sangat perlu
untuk menyusun suatu   struktur organisasi project yang professional dan efektif.
 
       1.b. Perekrutan Man Power.
        -       Posisi Supervisor,   Foreman, Skill dan assitent Skill akan diambil dari existing Manpower PT.   BAT.
        -       Untuk Posisi   Common Helper akan di rekrut dari existing Manpower  PT. BAT. 
2.       ENGINEERING   & DRAWING
  
        Pekerjaan   engineering & drawing, merupakan pekerjaan pendukung yang sangat   menentukan hasil
kualitas pekerjaan selanjutnya, meliputi :
  1. Perhitungan   teknis, dan Lining design.
  2. Pembuatan   gambar kerja dan metode of work.
  3. Marking, Inspection,   dll.
Untuk   itu perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan selanjutnya.  
 
3.  PENGADAAN MATERIAL  KONSTRUKSI & REFRACTORY
     
        3.a. Pengadaan Equipment   Konstruksi, Tools & Equipment
               3.a.1 Pengadaan Alat - alat Kerja   (Hand tools).
Alat-alat kerja (hand tools), merupakan peralatan   kerja yang sifatnya :
  1. Habis atau   rusak dalam satu kali proses pekerjaan (consumable)
  2. Lebih ringan   (cukup dipegang dan dioperasikan satu tangan)
  3. Merupakan   alat tunggal (tanpa spare part)
  4. Tidak   memerlukan perawatan yang rumit
  5. Harganya   relatif murah
Peralatan   kerja (hand tools) harus disediakan sesuai kebutuhan baik jumlah atau   mutunya, sehingga tidak terjadi
kekurangan atau rusak sebelum pekerjaan   selesai.
Yang   termasuk kategori hand tools antara lain :
  1. Skop,   Dorongan, Palu karet, Palu kayu dan Palu besi, dsb.
  2. Drum air
  3. Meteran,   siku, water pas, caliper, chisel, gergaji tangan, dsb.
       3.a.2. Peralatan   alat-alat Bantu Kerja (Construction Equipment) dan
                  Special  Tools untuk Refractory.
   Peralatan alat-alat bantu kerja merupakan   peralatan yang sifatnya :
  1. Lebih tahan   lama (tidak habis dalam satu kali process produksi atau satu kali proses pekerjaan)
  2. Lebih berat
  3. Memiliki   banyak komponen
  4.   Memerlukan perawatan rutin dan perawatan khusus
  5. Harganya   lebih mahal
Oleh   karena sifat-sifat di atas maka untuk mendapatkan peralatan tersebut   perusahaan akan mempertimbangkan
 efisiensi biaya-biayanya, apakah harus   membeli atau dengan sewa (rental).
Yang termasuk katergori peralatan alat bantu (Construction   Equipment), dan Special Tools antara lain :
a. Alat – alat Bantu Angkut yang meliputi :
  1. Forklift,   Crane, dll
b.  Alat bantu   konstruksi, yang meliputi :
  1. Mesin las   (Travo Welding)
  2. Mesin Potong   ( Cutting machine )
  3. Cutting   Torch
  4. Hand   Grinding, dll
b. Special Tools untuk Refractory, yang meliputi :
  1. Chipping   hammer (Breaker)
  2. Paddle Mixer   ( Castable Mixer)
  3. Electric dan   Engine Vibrators
  4. Leveling   Tools, dll
Untuk   mempermudah dan mempercepat pekerjaan hendaknya gunakan peralatan (hand tools   dan
construction equipment) yang tepat sesuai dengan fungsinya masing-masing.
     3.a.3  Peralatan   Keselamatan Kerja (Personal Protection Equipment)
Kebutuhan   peralatan safety harus dipersiapkan secara serius guna menghadapi  delivery dari supplier
akibat pembuatan,  penyediaan persiapan atau karena kelangkaan barang. Untuk kami melakukan   pengadaan
peralatan safety agar Pekerjaan lebih lancar.
Type & Jenis PPE yang dibutuhkan:
Pada umumnya ada beberapa   PPE yang yg sebaiknya dipakai pada pekerjaan Refractory, seperti berikut :
-Safety helmet
-Safety Goggle
-Dust Filter
-Leather Gloves
-Safety Shoes
-Safety Belt
-Dll
 3.b.    Pengadaan material Fire Brick & Castable.
        
          Untuk   menjaga supaya kondisi material tidak rusak disite Project,maka packing &   shipping material
harus di pastikan dalam kondisi baik dan aman.
 
4.      Persiapan Pemasangan
 
          Persiapan   merupakan sebuah kunci keberhasilan untuk setiap aktivitas apapun.  Persiapan yang matang
 berarti 70 % dari seluruh   aktivitas sudah terselesaikan.
5.  Persiapan   Peralatan
Persiapan peralatan pada tahap pemasangan adalah persiapan lanjutan dari   persiapan-persiapan sebelum
pemasangan dimulai.  Artinya pada tahap ini persiapan meliputi   pengecekan ulang equipment dan hand tools
 yang diperlukan sehingga siap untuk   digunakan.
6.  Persiapan   Material
Persiapan material pada tahap ini adalah persiapan bertahap sesuai dengan   prioritas pemasangan. 
Satu hari   sebelum penggunaan, semua kebutuhan material sudah siap di lapangan.
Persiapan ini   termasuk identifikasi jenis material dan jumlahnya.
  • Persiapan Pemasangan
               Sebelum pelaksanaan pemasangan beberapa hal perlu   diperhatikan :
  • Bersihkan area yang akan   dipasang dari kotoran sisa-sisa steel, Grease, Oli dan kotoran lainnya.
  • Lakukan pengukuran   Leveling, Centering dan Marking
  • Pembentukan Team Work dan   Pembagian Tugas
  • Siapkan Material   Refractory, Peralatan dan Team Worknya.
  • Persiapan Gambar Kerja,   Inspeksi lokasi, marking, dll.
  • Minta kepada Client untuk   melakukan Inspection dan Withness pada pemasangan awal.
 7.  Metode   Pemasangan
          
Setelah Persiapan   Pelaksanaan pekerjaan sudah siap, maka bisa dilaksanakan
           Pelaksanaan pekerjaan   dengan urutan sebagai berikut :
        7a.  Persiapan & Cleaning Area yang mau dikerjakan
     Sebelum   dilaksanakan Installation Fire Brick, dilakukan proses pembersihan area dari   kotoran
yang disebabkan oleh bekas2 pekerjaan sipil. Pada saat pembersihan   area perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
  1.   Pastikan area sudah bersih dari sisa2 pekerjaan lama.
  2.   Sediakan terpal untuk menutup hasil pekerjaan,sebelum   meninggalkan area pekerjaan,karena
              area pekerjaan di tempat terbuka.
    
         7b.      Installation Fire Brick  
         7.b.1. Marking & Levelling
   Hasil akhir   dari pekerjaan installation Fire Brick  sangat ditentukan oleh pekerjaan Leveling   & Marking.
Pekerjaan Marking & Leveling harus diperhitungkan   sedemikian rupa sehingga saat pemasangan Fire brick
untuk dinding dapat mudah   pelaksanaannya dan konstruksinya kuat. Pada saat pemasangan Fire Brick untuk  
Dinding perlu diperhatikan sebagai berikut : 
-    Pada saat pemasangan Fire Brick perlu   diperhatikan Jenis ukuran Bata
   sesuai dengan design pemasangannya
          7b.2. Installation   Fire Brick
Installation Brick.
            Hasil akhir   dari pekerjaan installation fire brick Lantai dan Dinding, sangat ditentukan   oleh
design & kualitas Pemasangan.Design Brick Layer harus   diperhitungkan sedemikian rupa sehingga
proporsional dan kuat secara   konstruksi, menyesuaikan bentuk Dinding
Beberapa   syarat yang harus dipenuhi untuk Installation Fire Brick, yaitu :
-            Installation   Fire Brick untuk dinding sesuai dengan jenis dan Type  fire brick sesuai design.
-            Saat installation fire brick harus selalu   diperhatikan ketebalan mortar antar fire brick satu
             dengan lainnya.
-            Pastikan   pemasangan fire brick apakah sesuai dengan levelling yang telah kita buat   sesuai design.
 8.      CLEANING AND FINISHING
Pekerjaan   Cleaning dan finishing yang meliputi pembersihan sisa – sisa materials, sisa   material kontruksi
dan lain –lain harus dilakukan dengan teliti, untuk   menghindari adanya barang – barang yang tertinggal yang
dapat mengganggu   proses Heating Up maupun operasional.
 9.      Curing Time
Untuk   menghindari hydration yang terlalu cepat dan diikuti timbulnya panas maka   perlu dilakukan
curing process, yaitu :
  1. Dengan menjaga permukaan lining castable agar dalam kondisi dingin, yaitu pada temperature 10 ~ 32 oC
  2. Curing   time sebaiknya tidak kurang dari 24 jam, dari casting untuk mendapatkan hasil   yang optimum.
 10.  heating up and commissioining
  1. Lakukan   Heating Up setelah Curing Time Min. 24 Jam dari terakhir casting
  2. Lakukan   Heating Up dengan tahapan sesuai heating up Schedule.
11. NON TEKNIS   (KESELAMATAN, KEBERSIHAN, KEINDAHAN, EFEKTIF & EFISIEN)
  Cara mengangkat barang atau material
  1. Kegiatan angkat – mengangkat harus dilakukan oleh  pekerja yang telah mendapat keahlihan serta bersertifikat.
  2. Peralatan   rigging harus dalam kondisi baik dan layak pakai.
  3. Setiap   material atau packet brick yang akan diangkat harus diketahui total gross   weight atau berat   barangnya. 
     4.  Tidak   dianjurkan mengangkat material dalam kondisi overload atau melebihi dari   beban kerja aman yang telah
           ditetapkan (max.beban angkat 20 kg/orang).
     5.  Menempatkan   seorang atau beberapa orang yang menjaga di area lifting guna meyakinkan   tidak ada orang
           berada di bawah beban yang tergantung.
     6.  Daerah   lifting harus dibaricade atau pasang sign board.
     7.  Daerah   lifting harus diperiksa untuk meyakinkan bahwa, gerakan overhead crane bebas   dari halangan – halangan.
     8.  Signalman harus menggunakan aba-aba pengangkatan yang   telah dan mudah dimengerti oleh operator crane.
     9.  Bila perlu gunakanlah alat bantu komunikasi seperti   radio atau handy talky untuk memperlancar jalannya kegiatan
           pengangkatan.
    10. Gunakanlah   tali tambera untuk menuntun gerak beban sesuai dengan yang di inginkan. 
    11. Ikuti   petunjuk atau SOP berlaku.
     12. Lakukan pointing & calling.
www.bentengbatatahanapi.com